Visitors counter

Tampilkan postingan dengan label Esai Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Tindakan

      " Dengan cara setengah-setengah, orang tak akan sampai ke mana pun.” 

                                                                                                                                      CERVANTES
       
         Tindakan adalah bagian esensial agar sukses dalam kehidupan, seperti pentingnya tepung dalam pembuatan makanan. Tanpa tindakan, tak akan ada sukses. Begitu kita menentukan sasaran, rumuskan rencana masuk akal untuk mencapainya dan juga tentukan dengan ketetapan hati yang tegar tujuan yang harus kita lakukan suatu saat. Kita harus bergulat selama perjalanannya dan mengukuti rencana tersebut. Kita harus mengambil langkah-langkah terbaik. Tujuan harus diikuti oleh tindakan. 
      Tak seorang pun bisa dengan berpikir saja lalu membuat dirinya kaya. Semua pemikiran harus diikuti dengan tindakan, supaya hal itu menjadi efektif dan berguna. Banyak sekali pemikir tetapi sedikit yang kemudian bertindak. 
       Rancangan arsitek di atas kertas tidak akan menjadi bangunan yang paling indah di dunia, kalau tak ada tukang kayu dan tukang batu untuk mewujudkan gambaran itu. Karya rembrandt yang paling artistik terkunci dalam otaknya, kalau ia tak mengoleskan kuasnya dan bertindak untuk mewujudkan imajinasinya ke kanvas.
       Tindakan adalah hukum bagi semua pertumbuhan. Alam membenci kemalassan. Kita tak akan bisa mengambil lebih banyak dari yang kita berikan kepada hidup ini. Bisa saja anda punya mobil paling baik di duniaini, tetapi ia tak akan mengantarkan anda ke mana pun kalau anda tidak lebih dulu memberikan bahan bakar padanya. Tujuan kita yang paling mulia pun tak akan punya arti apa pun kalau kita tak memberikan bahan bakar berupa tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.

Sabtu, 07 April 2012

SUKSES

“ Bukannya pada kebisingan di jalanan riuh
Bukannya di tengah teriakan dan sorakan orang banyak
Melainkan pada diri sendirilah terdapat kemenangan dan kekalahan.”

HENRY WADSWORTH LONGFELLOW
Sukses adalah peningkatan segala sesuatu yang berharga, yang Anda inginkan dari kehidupan. Obyek dari hasrat hati bisa bervariasi dan sangat berbeda antara satu orang dengan orang lain. Semua ini tergantung pada nilai-nilai yang terdapat pada diri kita. Untuk orang-orang tertentu, penumpukan uang merupakan tanda sukses. Bagi orang lainnya, sukses berarti membesarkan anak-anak yang baik, bahagia, dan sehat. Lalu bagi lainnya lagi berarti member pelayanan kemanusiaan, seperti menjadi guru, imam, pekerja social: Peningkatan dalam bidang usaha tertentu akan dikatakan sukses oleh orang lain.
Apa pun arti sukses bagi kita, hal ini harus selalu disertai dengan kebahagiaan dan kedamaian batin. Secara umum kita terlalu sering mengatakan lelaki atau wanita kaya sebagai orang sukses. Beberapa kegagalan terbesar dalam hidup adalah memiliki berjuta-juta dollar tetapi karakternya bangkrut. Uang tak pernah bisa menjadi ukuran sukses.
Sang Pencita tak  pernah mengharap mahluk-Nya akan menjalani hidup yang sempit, kepepet. Kita diciptakan untuk berbagi berkah hidup yang berlimpah. Kita dimaksudkan berbagi kelimpahan yang melingkupi kita. Uang memang baik, tetapi tak selayaknya dinilai lebih tinggi dari manusia.
Apa pun peningkatan berharga yang Anda kehendaki dalam hidup ini, bisa Anda peroleh. Kita punya anugerah lengkap untuk mendapatkan sukses. Tak ada seorangpun  yang bisa mengalangi Anda untuk sukses, kecuali diri Anda sendiri. Anda memiliki kekuatan dan kemampuan dalam diri anda. Jarak antara Anda dengan peningkatan sukses harus ditempuh dengan pengembangan, pembentangan kekuatan dan kemampuan yang ada dalam diri Anda.



Kamis, 05 April 2012

Buah Kejujuran

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Raja menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai.
Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas.
"Inikah kapakmu?" Raja bertanya.
"Bukan," si penebang kayu menjawab.
Raja masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Raja bertanya lagi.
"Bukan," si penebang kayu menjawab.
Sekali lagi Raja masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Raja bertanya.
"Ya!" jawab si penebang kayu.
Raja sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.
Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. Ketika ia mulai menangis, Raja menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"
Si penebang kayu menjawab bahwa istrinya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan Cleopatra. "Inikah istrimu?" Raja bertanya.
"Ya!" si penebang kayu menjawab, cepat.
Mendengar itu, Raja menjadi sangat marah. "Kamu berbuat curang! Aku akan mengutukmu!" tegur Raja.
Si penebang kayu segera menjawab, "Maafkan saya, ya Raja. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata 'Bukan' pada Clopatra, Engkau pasti akan muncul kembali dengan Ratu Interniti. Kalau saya juga berkata 'Bukan' kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya, dan saya akan berkata 'Ya'. Kemudian Engkau pasti akan memberikan ketiganya kepada saya.
"Raja, saya adalah orang miskin. Saya tidak akan mampu menghidupi mereka bertiga. Itu sebabnya saya menjawab 'Ya'."
Hmm... Kejujuran, kapan pun memang selalu membawa kisah manis. 


DISIPLIN DIRI


“Disiplin diri adalah keajaiban yang mengubah wiraniaga  biasa menjadi raksasa penjualan”
John Miltonlah yang mengatakan, “ia yang memerintah dirinya sendiri dan mengendalikan nafsu, hasrat dan ketakutannya sendiri, melebihi raja. “Raja Sulaiman mengatakannya dengan cara ini, “Orang yang bisa mengendalikan jiwanya, lebih hebat daripada orang yang memerintah sebuah kota. Penguasaan diri adalah tugas terbesar yang dipunyai manusia.”
Untuk mendapatkan kemajuan berharga, pertama-tama kita harus berlatih mengendalikan diri sendiri. Hal ini menjadi tugas yang begitu sulit bagi kita hanya karena kita gagal secara mngenaskan untuk memiliki penghargaan terhadap kemampuan kita sendiri. Potensi kita yang begitu hebat menjadi terbatas kerena kesempitan pemikiran kita. Perkembangan diri hanya bisa dilakukan setelah kita memutuskan untuk mengendalikan diri melalui kegiatan dan pengendalian pemikiran kita.
Banyak orang yang ingin sukses tetapi tidak mau membayar harganya. Untuk menjadi pianis yang baik, atau punya ketrampilan dalam segala hal, diperlukan banyak jam, hari, minggu, ya, bahkan untuk belajar dan mempraktikan. Praktik yang konstan dari pengendalian diri adalah pengorbanan penting yang harus kita lakukan untuk mendapatkan sukses. Di sinilah terdapat akar dari semua kebijaksanaan praktis. Karena hal inilah kita memberikan nilai tinggi terhadap waktu dan uang dan bukannya hanya bermalas-malasan untuk menyia-nyiakan atau memboroskan semua itu. Karena itu pula kita mengembangkan rasa kemanusiaan dan karakter kita serta menikmati dimensi baru kehidupan ini.
Mengendalikan diri adalah latihan bagi diri kita. Dalam latihan ini, kita adalah pengendali bagi nafsu, perasaan, dan kelemahan kita, jadi bukannya malah dikendalikan oleh hal-hal itu. “Kemenangan pertama dan terbaik bagi kita,” kata Plato, “adalah menaklukan diri sendiri; dan ditaklukan oleh kedirian kita adalah sesuatu yang paling memalukan dan hina.”

Senin, 02 April 2012

Kegagalan

“Sukses adalah kegagalan yang diputarbalikkan.”
‘Kegagalan’ bukan merupakan ‘kegagalan ‘ sepanjang kita tak menganggapnya demikian. Yang seringkali disebut sebagai ‘kegagalan’ sebenarnya adalah suatu kekalahan sementara. Hal itu bukanlah suatu kegagalan besar. Gagal untuk bangkitlah yang sesungguhnya merupakan kegagalan bagi kita. Apakah kita akan memperlakukan hambatan sebagai kekalahan sementara atau sebagai kegagalan, semua tergantung pada sikap mental kita dalam menghadapinya. Pilihan kita sendirilah yang menentukan apakah kita akan memperlakukannyasebagai kekalahan sementara atau sebagai kegagalan.
Tak ada seorang jenderal pun yang tak membuat rencana militer cadangan yang bisa digunakan kalau rencana utamanya tak menmghasilkan kemenangan yang diharapkan. Dengan begitu, kalau rencana utama gagal, rencana cadangan bisa digunakan. Demikian juga halnya dengan tujuan kita untuk maju. Bila kita gagal untuk menerapkan suatu rencana, kita tak seharusnya menyerah—jangan sekali-kali menganggap kita telah gagal. Sebaliknya, perlakukan rencana  yang tak membawa hasil itu sebagai kekalahan sementara. Segera buatlah rencana baru, dengan tetap terarah pada sasaran dan bekerja untuk mencapainya.
 Perbedaan antara wiraniaga tanggung dengan wiraniaga hebat terutama terletak pada sikap mental masing-masing ketika prospeknya mengatakan ‘tidak’. Wiraniaga tanggung menggunakan situasi ‘tidak’ itu sebagai penalaran untuk tak membeli dan artinya gagal untuk menjual. Sedangkan wiraniaga hebat memperlakukan situasi ‘tidak’ itu sebagai alas an (excuse), sama sekali bukan penalaran. Ia mahir dalam menggunakan rencana alternative. Ia tahu bahwa ia harus fleksibel karena masing-masing orang punya perangai berbeda dan sebelum ia berhasil melakukan penjualan, ia tak menunjukkan kebutuhan yang bisa dipenuhi oleh produknya dengan harga yang bisa dijangkau oleh prospeknya.
Perbedaan antara kekalahan sementara  dengan kegagalan tergantung pada sikap mental kita terhadapnya. Kekalahan sementara tak perlu sama sekali menjadi kegagalan, kecuali kalau kita menganggapnya begitu.